TRAVEL UPDATE

Mengundang Wisman Jadi Duta Indonesia Melalui Fam Trip

SoloJakarta, 17 September 2015 – Kementerian Pariwisata melaksanakan kegiatan familiarization trip (perjalanan wisata pengenalan) dengan mengundang 12 wisatawan mancanegara untuk menjelahi Semarang, Solo, dan Yogyakarta pada 11 – 14 September,  tujuannya mengenalkan destinasi wisata Indonesia.    Kedua belas wisman merupakan pemenang Kuis Wonderful Indonesia 2015 hasil kerjasama Radio Republik Indonesia siaran Voice of Indonesia dengan Kemenpar.

Jumlah pemenang tahun 2015 meningkat tiga kali lipat dari tahun lalu. Kala itu RRI dan Kemenpar hanya memberangkatkan empat pemenang. Pemenang untuk tahun ini terdiri dari India 5 orang, Tiongkok 4 orang, dan masing-masing satu orang dari Jerman, Mesir, dan Jepang. Destinasi yang dikunjungi adalah ke Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong (Semarang), Keraton Surakarta Hadiningrat (Solo), Museum Sangiran (Sragen), Candi Borobudur (Magelang), dan Candi Ratu Boko (Yogyakarta).

Turut serta dalam rombongan adalah Kevin Zhou. Pria asal Shanghai, Tiongkok itu datang dengan biaya sendiri karena terpesona dengan Indonesia. Sekedar tahu, Kevin adalah pemenang kuis edisi 2014.
“Tahun lalu saya sudah datang ke sini sebagai pemenang Kuis Wonderful Indonesia. Tahun ini saya datang lagi dengan uang sendiri karena sangat suka dengan Indonesia. Apalagi tahun ini rombongannya lebih ramai,” tutur Kevin.

Destinasi pertama yang dikunjungi Kevin dan kawan-kawan adalah Klenteng Sam Poo Kong. Di kuil ini mereka menyaksikan kuil yang dibangun untuk menghormati Laksamana Cheng Ho (Zheng He). Menurut sejarah, Cheng Ho datang ke Semarang pada 1401 sebagai duta Kekaisaran Tiongkok Dinasti Ming. Cheng Ho juga merupakan orang yang berjasa menyebarkan Islam di Semarang.

Selanjutnya rombongan diajak ke Lawang Sewu. Di sini para peserta fam trip heran dengan sangat banyaknya jumlah pintu di Bangunan Lawang Sewu. Pemandu kemudian menerangkan bahwa banyaknya pintu adalah cara agar sirkulasi udara lancar karena pada masa itu (awal 1900-an) lokasi bangunan sangat dekat dengan laut sehingga suhu udara panas sekali. Menurut penjelasan pemandu, terdapat 114 ruangan dan 429 pintu serta lebih dari 1.200 daun pintu di Lawang Sewu. Bentuk bangunan juga tidak berubah sama sekali sejak pertama kali berdiri.

Keraton Surakarta Hadiningrat dan Museum Sangiran menjadi tujuan selanjutnya. Peserta fam trip diajak menikmati kemegahan keraton dan budayanya yang masih terjaga, serta bermacam benda purbakala yang ditemukan di situs Sangiran. Rombongan juga menyaksikan pemutaran film tentang situs Sangiran sebelum beranjak ke Yogyakarta.

Menikmati matahari tenggelam dari Candi Ratu Boko, kemudian menjelajahi salah satu keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur menjadi menu penutup acara fam trip.

“Saya sudah sering ke Indonesia dan sellau ingin kembali ke sini. Saya sudah pernah ke Danau Toba, Jakarta, Yogyakarta, juga Toraja. Tempat wisata di Indonesia sangat beragam sehingga tidak membosankan pergi ke sini,” ujar Minako Ubukata, ibu rumah tangga yang tinggal di Saitama, Jepang dalam bahasa Indonesia yang lancara. Dalam lima  tahun terakhir Minako belajar bahasa Indonesia secara otodidak.
Dengan semua pengalaman itu, diharapkan mereka pulang dengan membawa kesan baik. Mereka diharapkan menjadi duta untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di negara masing-masing.

“Fam trip merupakan salah satu program Kemenpar yang efektif untuk mempromosikan Indonesia dengan konsep seeing is believing,” tutur Vinsensius Jemadu, Asisten Deputi Bidang Peningkatan dan Pengembangan Pasar Asia Pasifik.

“Kerja sama dengan RRI VOI juga merupakan satu bentuk promosi yang efektif. Pertanyaan dalam Kuis Wonderful Indonesia semuanya menyangkut destinasi wisata di luar Bali yang notabene sudah sangat terkenal. Inilah salah satu cara mengenalkan destinasi Beyond Bali,” Vinsen melanjutkan.

Kegiatan fam trip sendiri rutin diadakan oleh Kemenpar dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia internasional. Peserta kegiatan ini pada umumnya adalah media, penulis, juga operator tur. Tujuannya tentu saja untuk mendukung tercapainya target 10 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2015 dan 20 juta pada 2019. KEMENPAREKRAF.

Post Comment