TRAVEL UPDATE

Tjong A Fie Mansion, Bangunan Mewah Abad Ke 18

indexSalah satu bangunan bersejarah yang hingga kini masih sering dikunjungi wisatawan, dalam negeri maupun mancanegara adalah Tjong A Fie Mansion, sebuah rumah warisan yang besar, terletak di sepanjang Jalan Jendral A Yani. Rumah ini adalah milik konglomerat Indonesia Tionghoa, Tjong A Fie, keponakan dari keturunan yang sama (atau mungkin bahkan lebih) Cina imigran, Cheong Fatt Tze.

Tjong A Fie (1860-1921), bernama asli  Tjong Fung Nam dilahirkan tahun 1860 di desa Sungkow daerah Moyan atau Meixien dan berasal dari suku Khe atau Hakka. Ia berasal dari keluarga miskin, di propinsi selatan China Guangzhou pada 1875. Ayahnya yang sudah tua memiliki sebuah toko kelontong. Bersama kakaknya Tjong Yong Hian, Tjong A Fie harus meninggalkan bangku sekolah dan membantu menjaga toko ayahnya. Walaupun hanya mendapatkan pendidikan seadanya, tetapi Tjong A Fie ternyata cukup cerdas dan dalam waktu singkat dapat menguasai kiat-kiat dagang dan usaha keluarga yang dikelolanya mendapat kemajuan.

imagesSekitar pergantian abad, ia dikatakan memiliki 75% dari tanah di Medan. Dia, dan saudaranya Tjong Yong Hian, sangat berperan dalam perekrutan pekerja China untuk bekerja di perkebunan Sumatera. Pada tahun 1870 dan 1933, jumlah imigran Cina datang untuk bekerja di kebun benar-benar lebih dari 300.000.

Selain menjadi petani, ia adalah seorang bankir dan industrialis, serta pemilik monopoli perdagangan opium di Sumatera Utara. Pada saat itu, daerah Medan berada di bawah Kesultanan Deli. Tjong A Fie memiliki hubungan baik dengan Sultan Deli, Makmun Al Rasjid, dan memberikan kontribusi dana untuk pembangunan Mesjid Raya. Bersama dengan kakaknya Tjong Yong Hian, ia menjadi pemasok utama ke perkebunan.

Terlepas dari sosok Tjong A Fie yang melegenda di Medan, rumah tinggal pengusaha yang sering membantu Pemerintah Kota Medan tempo dulu itu memang masih megah dan terawat dengan baik. Kompleks rumah tersebut dibangun di atas areal seluas 6.000 meter persegi. Luas bangunannya 5.000 meter persegi. Rumah berlantai dua dengan model deco tersebut memiliki 40 ruang.

imagesBangunan itu merupakan perpaduan tiga budaya, yakni Tiongkok. Melayu, dan Eropa. Aroma Eropa begitu terasa dari besi-besi kolom yang kukuh dan besar, khas bangunan Belanda. Cita rasa Tiongkok tampak pada ukiran kayunya. Lalu, nuansa Melayu terlihat dari warna kuning menyala yang dominan.

Rumah Tjong A Fie merupakan satu di antara ratusan bangunan di Jalan Ahmad Yani yang menyimpan cerita sejarah penting Kota Medan. Tak hanya menampilkan sejarah serta isi rumah, tetapi juga menyuguhkan aneka hasil budaya peranakan. Sebab. Lim Koei Yap. istri ketiga Tjong A Fie. merupakan orang Tiongkok peranakan dan Timbang Langkat, Binjai. Di sepanjang jalan 500-an meter itu juga berdiri kantor perkebunan (bangunan modern pertama di Medan), penerbitan, dan bank.

Post Comment