Travel Update

Batik Gentongan

Batik Gentongan menjadi ciri khas Kabupaten Bangkalan, khususnya Tanjungbumi. Disebut gentongan karena masyarakat setempat masih mempertahankan cara pewarnaan alami. Sederhananya, kain batik yang sudah diberi malam dan akan diberi warna itu dicelup kedalam gentong selama berbulan-bulan. Kain batik ini hanya dikeluarkan beberapa kali untuk diangin-anginkan. Kerumitan tersebut membuat kain gentongan menjadi mahal.

Batik Madura memang memiliki daya pikat tersendiri, antara lain pada pewarnaannya yang tajam atau lebih dikenal dengan istilah ngejreng. Dalam selembar kain, misalnya, bisa muncul warna yang kontras, yang tidak mungkin ditemukan pada kain batik pedalaman ataupun pesisiran di Jawa. “Batik Madura sangat ekspresif ketimbang batik Jawa pada umumnya. Teknik coletan lebih banyak digunakan di Madura. Itu ekspresif. Kalau tampak kasar atau tidak rapi mencoletnya, itulah karakter batik Madura. Jangan dibilang batik murahan,” kata Ketua Komunitas Batik Surabaya Lintu Tulistyantoro.

Dari segi teknik pembuatan, lanjut Lintu, salah satu yang khas adalah batik gentongan. Jenis ini hanya ditemukan di Tanjung Bumi, Bangkalan. Keistimewaannya, semakin lama warnanya makin cerah. Batik jenis ini adalah yang termahal di Madura. Di tingkat perajin, harganya jutaan rupiah per lembar. Motif klasik, seperti carcena, sisik malaya, sisik amparan, atau sekoh, memang tak pernah sirna. Meski demikian, perajin batik rumahan yang tersebar di desa juga rajin mengikuti selera pasar.

Post Comment

Mulai chat
Hai, chat kami yuk!
Hai, apa yang bisa kami bantu saat ini?